Selamat, Aceh – Sumatera Utara Jadi Tuan Rumah PON 2024

Di tengah persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang menurut rencana akan digelar bulan Agustus-September nanti, Komite Olahraga Nasional (KONI) rupanya punya kesibukan lain. Ya, melalui Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub), KONI menetapkan keputusan untuk tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024 mendatang.

 

Meskipun terbilang masih lama yakni enam tahun lalu, KONI rupanya sudah memilih provinsi Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah gelaran PON ke XXI itu. Putusan ini ditetapkan hari Selasa (24/4) kemarin di hotel Bidakara, Jakarta. Penetapan tuan rumah yang cukup cepat ini dilakukan KONI agar Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah bersama bisa melakukan persiapan sebaik mungkin, seperti dilansir Detiksport.

 

Aceh dan Sumatera Utara terpilih setelah mendapatkan suara terbanyak daripada dua calon lainnya. Dua provinsi bandar togel online paling barat di Indonesia itu berhasil meraih total 24 suara, mengalahkan Bali-Nusa Tenggara Barat dengan delapan suara dan Kalimantan Selatan dengan dua suara. Setelah menang lewat musyawarah, keputusan itu hanya bisa batal jika Aceh-Sumatera Utara gagal memenuhi infrastuktur yang dibutuhkan saat PON 2024 dan tidak memperoleh anggaran dari Pemda serta tak didukung DPRD setempat.

 

Keinginan Aceh-Sumatera Utara jadi tuan rumah bersama PON XXI memang sudah dipersiapkan dengan matang. Bahkan awalnya Aceh ingin menjadi tuan rumah tunggal untuk PON 2020 tapi gagal dan merelakannya kepada provinsi Papua. Menurut Nova Iriansyah selaku Wakil Gubernur Aceh, keputusan itu dilakukan karena pada PON ke-18 tahun 2012, pulau Sumatera sudah mendapatkan jatah lewat Riau. Sehingga jarak ke PON 2020 terlalu dekat sehingga Papua mendapat kesempatan.

 

Anggaran Rp 3,3 Triliun Untuk Tuan Rumah PON 2024

 

Dalam wawancaranya di awal April lalu, Nova menjelaskan kalau jadi tuan rumah PON 2024 bersama Sumatera Utara dilakukan karena kedua provinsi ini sangat dekat baik secara geografis, kultural, histori, sosial ekonomi hingga sosial. Lagipula bagi Nova, ini adalah momen bahwa Aceh merupakan bagian tidak terpisahkan dari NKRI. Beruntung, Sumatera Utara juga tak kalah ngotot mendukung Aceh.

 

Nurhajizah Marpaung selaku Wakil Gubernur Sumatera Utara, mengaku kalau pemerintahannya dan Aceh sudah mempersiapkan diri ingin jadi tuan rumah PON sejak tahun 2016. “Kami sudah koordinasi sejak awal dan bukan kali ini saja. Kami akan bagi-bagi cabang olahraganya dengan 28 cabang diselenggarakan di Aceh dan 28 lainnya digelar di Sumatera Utara. Untuk anggaran sejauh ini diperkirakan mencapai 3,3 triliun rupiah.”

 

KONI Usulkan PON Digelar Dua Tahun Sekali

 

Sementara itu sebelum menetapkan Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah PON 2024, KONI sempat mengutarakan wacana untuk menggelar PON setiap dua tahun sekali, bukannya empat tahun sekali seperti saat ini. Wacana itu sendiri memang sesuai dengan keinginan pemerintah, tetapi KONI masih belum bisa menyetujuinya karena masih mendiskusikan format perubahannya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI.

 

“Jika berbicara PON dua tahunan itu adalah keinginan pemerintah melalui surat Menpora kepada KONI-KONI provinsi untuk memberi masukan dan saran berkaitan dengan PON dua tahunan. Maka itu, kami perlu membahasnya di Rakernas nanti supaya hasilnya bisa menjadi rekomendasi kepada pemerintah. KONI pusat pada dasarnya merespons dan menyetujui itu tapi tak boleh lepas dari urutan multievent internasional karena akhirnya kan di Olimpiade 2020 nanti. Itu yang akan menjadi pemikiran kita bersama,” papar K.Inugroho selaku Wakil Ketua KONI pusat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*