Coret 15 Pemain, PBSI Umumkan Atlet-Atlet Pelatnas 2018

Di hari-hari akhir tahun 2017, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akhirnya mengumumkan daftar atlet yang menghuni Pelatnas pada tahun 2018. Melalui rilis media hari Rabu (27/12) kemarin, terungkap bahwa Pelatnas Cipayung akan dihuni 104 orang. Jumlah ini meningkat jauh karena di tahun 2017, Pelatnas Cipayung dihuni 89 atlet.

 

Dari 104 atlet, 32 di antaranya adalah atlet magang. Selain ada beberapa nama baru yang mendapatkan promosi untuk magang hingga memperoleh SK pantauan enam bulan, rupanya ada 15 atlet yang terpaksa dicoret oleh PBSI. Cukup mengejutkan karena atlet tunggal putra Muhammad Bayu Pangisthu dan salah satu pemain ganda putri yang pernah dianggap berpotensi, Tiara Rosalia Nuraidah, dicoret oleh PBSI dari Pelatnas Cipayung.

 

Ada tiga status atlet Pelatnas PBSI yang ditetapkan yakni SK (Surat Keputusan), SK Pemantauan dan magang. Untuk status SK, atlet-atlet ini akan dibiayai seluruh latihan dan pertandingan mereka selama setahun oleh PBSI. Para atlet badminton kelas dunia seperti Kevin Sukamuljo, Marcus Gideon, Jonatan Christie, Anthony Ginting, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir sudah mendapatkan SK.Lalu status SK Pemantauan di mana PBSI akan menanggung biaya latihan dan turnamen selama enam bulan kemudian dipantau prestasinya. Jika tak memenuhi target, maka statusnya akan jadi pemain magang atau bahkan dipulangkan ke klub asal. Untuk atlet berstatus magang, biaya latihan poker uang asli mereka bakal ditanggung PBSI tapi biaya pertandingan oleh klub asal.

 

Kembalinya Hendra Setiawan ke PBSI

 

Dalam daftar yang dirilis PBSI, ada nama Hendra Setiawan yang berstatus magang. Kembalinya Hendra ke Cipayung tentu membuat sinyal jika dia bakal reuni dengan Mohammad Ahsan semakin kuat. Hendra sendiri sebetulnya sudah meninggalkan Pelatnas di awal 2017 dan memilih berpasangan dengan atlet Malaysia, Tan Boon Heong. Bersama Boon Heong, Hendra mendapatkan posisi 20 dunia.

 

Atas kembalinya Hendra, pelatih ganda putra Herry Imam Pierngadi pun membocorkan alasannya. Rupanya atlet peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu dipanggil karena ganda putra Indonesia membutuhkan pemain berpengalaman jelang Piala Thomas 2018. Di mana Hendra/Ahsan akan jadi pelapis Kevin/Marcus di turnamen beregu. Kembalinya Hendra bersama Ahsan membuat Rian Agung Saputro direncanakan kembali bersama Angga Pratama.

 

“Bergabungnya Hendra memang awalnya untuk program jangka pendek di Piala Thomas. Di pertandingan beregu, dibutuhkan pemain yang mentalnya sudah teruji. Waktu diskusi dengan tim ganda putra pun jawabannya adalah memanggil Hendra kembali karena di luar Pelatnas dia masih eksis ikut pertandingan. Ganda putra pertama (Kevin/Marcus) sudah mantap. Tetapi ganda kedua (Ahsan/Rian) masih kurang. Dibilang jelek juga tidak, mereka dapat medali perak di kejuaraan dunia 2017 tetapi memang tidak maksimal,” papar Herry.

 

Bongkar Pasang Ganda Putri

 

Perubahan tak hanya dalam tim ganda putra, karena rupanya ganda putri juga berbenah. Pelatih Eng Hian menyebut kalau perubahan di sektor ganda putri demi meraih medali emas Asian Games 2018. Tumpuan terbesar jelas pada Greysia/Apriyani yang meski baru dipasangkan tahun 2017, sudah sukses merangsek ke posisi ke-11 dunia dan meraih gelar Thailand Open dan Prancis Open tahun ini.

 

Hian akan mengumumkan perubahan dalam sektor ganda putri setelah serangkaian turnamen di bulan Januari 2018 seperti Thailand Masters, Malaysia Masters, Indonesia Masters dan India Masters. Sekedar informasi, ganda putri Indonesia berhasil menyumbangkan emas dalam Asian Games 2014 lewat Greysia/Nitya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*