Terus Membaik, Jurgen Klopp Bangga dengan Liverpool

Jurgen Klopp mengatakan bahwa Liverpool adalah klub yang “menyenangkan untuk ditonton” saat mereka mengkonsolidasikan tempat mereka di empat besar Liga Primer dengan kemenangan kandang yang dominan. Apalagi kemenangan telak atas Swansea yang berakhir dengan skor 5 – 0 telah membuktikan hal itu. Banyak peluang diciptakan dan terlihat The Reds menguasai jalannya pertandingan. Inilah yang membuat Klopp bangga kepada anak buahnya.

Lebih Menguasai Pertandingan

Gol-gol yang terjadi saat Liverpool menjamu Swansea City bisa dikatakan menakjubkan. Babak pertama saja terlihat The Reds menguasai permainan walau sepertinya agak cukup sulit untuk membobol gawang lawan. Namun, umpan dari Philippe Coutinho yang melewati Muhammad Salah yang kemudian membuka gol pertama. Setelah itu, Roberto Firmino hampir saja menggandakan keunggulan sebelum turun minum. Tapi sayang, hal itu belum terjadi.

Sebaliknya, pemain internasional Brasil itu dapat mencetak gol kedua untuk The Reds di menit keenam setelah turun minum dengan memanfaatkan tendangan dari Coutinho. Selanjutnya, giliran pemain belakang berusia sembilan belas tahun, Trent Alexander-Arnold yang menambah gol ketiga dengan gol pertamanya di Liga Primer untuk klub tersebut. Tendangan yang dilakukannya juga cukup indah untuk dinikmati.

Dua menit kemudian, Swansea mengalami kerusakan pertahanan jauh lebih parah saat Salah menerkam umpan dan dikembalikan pada Firmino untuk menyelasaikan tugas tersebut. Gol keempat pun terjadi dengan disambut hiruk pikuk supporter. Terakhir giliran pemain muda, Alex Oxlade-Chamberlain yang menyempurnakan kemenangan bagi The Reds. Ini juga membuktikan jika Alex Oxlade telah berkembang pesat daripada sewaktu dia di Arsenal bersama Arsene Wenger.

“Setelah 55 menit (pertandingan) itu brilian. Itu tidak mudah,” kata Klopp. Dia melanjutkan; “Tapi setengah jam terakhir (juga) fantastis, sebuah (momen) menyenangkan untuk ditonton, kemenangan yang sangat pantas.” Ini berarti The Reds merebut posisi keempat dari Tottenham dan mengembalikan keunggulan satu poin mereka di atas tim London utara, yang sempat bergerak di atas mereka dengan kemenangan 5-2 atas Southampton pada pertandingan Boxing Day. Sedangkan Swansea tetap berada di bawah klasemen.

Antara Serangan dan Pertahanan

Setelah hasil imbang 3-3 yang mengagumkan di Arsenal, di mana The Reds kebobolan tiga kali dalam lima menit, Klopp menolak anggapan bahwa timnya tidak cukup fokus pada pertahanan. Barisan belakang Liverpool memang tidak mendapatkan serangan yang berarti saat berhadapan dengan Swansea City walaupun diakui mereka juga tidak melakukan banyak kesalahan di lini belakang. Memang, kiper The Reds, Simon Mignolet juga bermain cukup apik beserta pemain bek lainnya.

Di sisi lain, tidak sedikit yang sependapat jika pemain di barisan penyerang atau depan justru kekuatannya lebih mumpuni daripada pemain di barisan belakang. Sebagai contoh, Salah, Firmino dan Coutinho dapat dipertukarkan sesuka hati tanpa perlu ada kekhawatiran. Ini terlihat saat Liverpool melawan bandar togel hongkong Namun, sepertinya barisan pertahanan juga harus mendapat dukungan pemain yang tepat.

Salah, yang masuk ke game ini setelah mencetak 15 gol dalam 15 pertandingan sebelumnya, dianggap melakukan kesalahan karena membuang banyak peluang bagus sebelum Alexander-Arnold benar-benar membuka gol ketiga yang membuat tim tamu mundur dan kalah dalam sisa waktu pertandingan. Firmino sendiri ditarik pada menit ke-68 dan penggantinya Dominic Solanke mungkin memiliki treble apik yang juga menyulitkan pemain Swansea City.

Hanya saja, Liverpool memang masih memiliki PR cukup besar dengan barisan pertahanan. Pertarungan melawan Arsenal bisa menjadi contoh betapa lemahnya barisan pertahanan The Reds. Hanya selang beberapa menit saja. The Gunners berhasil merobek gawang The Reds sebanyak 3 kali. Tentu ini adalah hal yang sangat memalukan sekaligus membutuhkan perhatian yang serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*