Roy Hodgson; Tugas Crystal Palace bukan Perbaiki Inggris

Setiap klub tentu memiliki ambisi dan targetnya masing-masing.Apalagi klub-klub di Premiere League Inggris.Tentu mereka memiliki ambisi yang sangat kuat sekali mengingat jadwal pertandingan begitu padat. Oleh sebab itu, setiap klub tentu akan merasa terusik jika ambisinya ‘diganggu’ oleh faktor lain. Roy Hodgson, mengatakan dengan tegas jika tugas Crystal Palace bukanlah untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada timnas Inggris. Ini akan cukup menyulitkan langkahnya.

Ambisi yang Berbeda Untuk Crystal Palace

Kekalahan timnas Inggris terhadap Islandia dan eliminasi dari Euro 2016 sebelumnya telah membuat Hodgson untuk mengundurkan diri sebagai manajer. Namun, tentu dia memiliki ambisi lain ketika yang berada di tangannya adalah Crystal Palace, bukan timnas Inggris. Ya, Hodgson telah mengawasi kemajuan di berbagai hal sebagai bos Crystal Palace musim ini setelah mengambil alih posisi Frank de Boer pada bulan September, saat tim berada di bawah Premiere League Inggris.

Kemudian, Hodgson bergerak cepat dan mengentaskan Crystal Palace dari keterpurukan.Palace kemudian naik ke urutan 14 dengan kemenangan tandang pertama mereka pada musim ini pada hari Sabtu setelah mengalahkan Leicester 3-0.Kemenangan ini kemudian telah memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka selama tujuh pertandingan.Namun Hodgson menegaskan kepercayaannya tidak perlu dipertahankan setelah Inggris harus tunduk di bawah tangan Islandia.

Dia mengatakan: “Anda berarti mengkritik atas satu pertandingan?Kami tidak terlalu dikritik saat kami bermain 20 pertandingan tak terkalahkan dengan 16 kemenangan dan empat kali seri. Kami tidak mendapat banyak kritik di sana. Sepak bola adalah sepak bola. Dia melanjutkan; “Sayangnya kami berada di sebuah turnamen judi bola online dan kami tidak bermain buruk dalam turnamen itu dan kemudian kami memiliki satu permainan di mana kami bermain buruk dan tim tersebut keluar.

Lebih Fokus Pada Crystal Palace

Memang terasa tidak adil ketika Hodgson dan anak asuhnya saat itu bermain sangat baik di berbagai pertandingan, kemudian mereka mendapatkan pukulan mematikan di hanya satu pertandingan saja, kritik begitu deras mengalir. Untuk itu, dia selanjutnya mengatakan bahwa dirinya khawatirkan kritik yang akan menjadi sangat besar walau Hodgson menganggap biasa saja.

Hodgson beranggapan dia dan timnya sudah melakukan yang terbaik di berbagai pertandingan.Hanya saja, di satu pertandingan tersebut mereka memang kalah dan harus keluar dari Euro. Ini bisa jadi mengecewakan banyak pihak, akan tetapi ia ingin semua orang adil dengan melihat apa yang telah dilakukan oleh timnya sebelumnya dan tidak hanya melihatnya daru satu pertandingan saja.

Seakan dia sendiri tidak ingin mengurus kerusakan atau kegagalan yang telah dialami oleh timnas Inggris, dia mengatakan dengan tegas bahwa dia akan fokus pada Crystal Palace dan Palace memiliki tugas atau ambisi yang kuat bukan untuk memperbaiki kesalahan timnas Inggris. Apalagi, saat ini Palace masih harus terus berjuang walau sudah cukup selamat dari zona degradasi dan terpaut tidak terlalu jauh dari klub 10 besar di klasemen.

Dia menambahkan: “Saya tidak menghabiskan waktuku untuk berpikir (menyelamatkan klub) dari klub 3 besar terbawah.”Dia justru berpikir seberapa jauh langkah yang Palace telah lakukan hingga tidak lagi disebut sebagai klub yang memiliki momok degradasi. Dia juga mengatakan sebarapa jauh klubnya menatap masa depan, seperti itulah kelak klubnya akan terbentu. Dia juga berambisi untuk terus mendapatkan poin yang besar dari setiap pertandingan untuk kemajuan klub.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*