Semua Terdakwa Korupsi Telekomunikasi India akhirnya dibebaskan

Pengadilan India akhirnya membebaskan sejumlah politikus, seorang mantan Menteri Telekomunikasi dan juga eksekutif bisnis dari dakwaan. Dakwaan tersebut adalah dakwaan korupsi juga pencucian uang yang mana terkait dengan izin telekomunikasi. Mereka akhirnya dilepaskan dari jeratan salah satu kasus korupsi yang paling besar di negara itu. Alasan mereka semua dibebaskan adalah karena bukti yang ada tidak cukup.

 

Kasus ini terkait dengan dugaan penjualan izin telekomunikasi serta jaringan udara dengan harga di bawah pasar. Kejadian tersebut diduga terjadi pada tahun 2008. Auditor Federal pasalnya menyebutkan bahwa tindakan tersebut bisa berpotensi merugikan negara dengan jumlah US $28 Milyar atau setara dengan Rp. 378 Triliun.

Sidang khusus juga telah digelar oleh penyidik federal guna menjatuhkan vonis pada terdakwa, termasuk juga mantan Menteri Telekomunikasi India, Andimuthu Raja, pada hari Kamis (21/12).

Pengacara dari terdakwa mengatakan, Vijay Angfarwal, dilansir dari CNN Indonesia mengatakan, “Jaksa gagal besar untuk bisa membuktikan dakwaannya.” Saham perusahaan yang manq terdampak kasus ini juga meningkat setelah putusan dijatuhkan. Misalnya saja Reliance Communication Ltd bisa mendapat peningkatan sebesar 13,3%. Selain itu ada DB Reality yang mana sahamnya melonjak sebesar 20% serta ada SUN TV Networks Ltd yang sahamnya juga melonjak sebesar 6,8%. Hal ini cukup membuat para penggerak usaha menjadi bergembira karena dakwaan tidak terbukti. .

Rugikan Perdana Menteri

Namun skandal ini pasalnya merugikan Perdana Menteri,  Manmohan Singh dan juga pemerintahannya saat itu. Skandal ini bahkan sempat memicu adanya unjuk rasa di jalanan juga. Kasus ini pasalnya salah satu saja contoh kasus yang mana sudah terjadi di masa pemerintahan Singh. Masih ada beberapa contoh kasus korupsi yang terjadi di pemerintahannya. Dampak dari ini adalah pembuatan kebijakan dan juga reformasi ekonomi menjadi terganggu dikarenakan perhatian pemerintah mau tidak mau harus terlalihkan.

Ketidakpastian juga pasalnya mengganggu sentimen bisnis serta usaha yang lainnya di sektor ekonomi paling besar di Asia tersebut. Ujungnya adalah adanya pertanyaan tentang upaya pemerintah untuk bisa segera memberantas korupsi.

Pada tahun 2012, misalnya Mahkamah Agung telah memerintahkan penolakan atas izin sebanyak 122 buah yang mana dikantongi 8 buah operator. Ia menyatakan bahwa izin itu ilegal dan juga prosesnya disebut sangat asal-aaalan. Tidak hanya itu, MA juga menilai bahwa proses dari izin 8 operator tersebut berubah-ubah serta bertentangan dengan kepentingan publik.

Puluhan Saksi Kasus Suap Tewas Misterius

Beberapa tahun lalu publik di India dan juga di dunia dikejutkan oleh berita tewasnya beberapa saksi suap. Tepatnya pada bulan Juli 2015 diberitakan bahwa puluhan saksi yang ada di kasus suap yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya tewas secara misterius. Hal ini menunjukkan bahwa India sudah mengalami darurat korupsi sejak tahun 2015. Ditambah lagi dengan adanya puluhan saksi yang tewas secara misterius. Mereka padahal menjadi saksi kunci dari penyelidikan suap guna masuk ke perguruan tinggi  atau juga menjadi pegawai negeri bandar togel online sipil yang sudah dimulai bahkan sejak tahun 2013.

Dilansir dari CNN Indonesia paling tidak ada 36 orang yang terlibat kasus di Madhya Pradesh dan mereka ditemukan dalam kondisi tewas secara mengenaskan. Kasus ini juga termasuk kasus korupsi dan suap yang massive karena menyeret kurang lebih 2000 orang yang akhirnya ditahan termasuk juga Menteri Pendidikan di negara bagian itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*