Striker Southampton Dilarang Bermain Karena Tindak Kekerasan

Terkadang, pemain sepakbola baik secara sengaja maupun tidak, bisa saja melakukan pelanggaran. Namun, jika pelanggaran tersebut melibatkan aktivitas fisik berupa tindakan kekerasan, tentu pemain itu akan mendapatkan sanksi yang tegas. Hal ini juga dialami oleh striker Southampton, Charlie Austin.Dia dituduh telah melakukan tindakan kekerasan sehingga dirinya mendapatkan sanksi dilarang bermain selama 3 kali pertandingan. Artinya, 3 pertandingan ke depan, Southampton tidak akan diperkuat Charlie Austin.

Kekerasan Pada Penjaga Gawang Huddersfield

Sang striker Southampton, Charlie Austin telah diberi larangan tiga pertandingan setelah pemain tersebut dituntut telah melakukan tindakan kekerasan pada penjaga gawang Huddersfield, Jonas Lossl.Austin secara jelas memang menerima tuduhan tersebut, namun dia berpendapat bahwa penangguhan atau larangan 3 pertandingan itu berlebihan.Sayangnya, argumennya tersebut ditolak oleh Komisi Regulasi Independen.Sehingga larangan itu tetap berlaku bagi dirinya.

Sebenarnya, insiden yang melibatkan Lossl tidak terlihat jelas oleh wasit saat pertandingan imbang 1-1 Sabtu kemarin. Namun apa tertangkap dalam video dewa poker justru menunjukkan hal yang berbeda. Austin yang mencetak gol kelima dalam dari lima pertandingan Liga Premier terlihat bermain bagus sebagaimana biasanya. Namun pada menit ke-32, delapan menit setelah dia mencetak gol, dia menendang Lossl di sekitar hidung dengan sepatu bootnya saat mengejar bola lepas.

Pertanyaan diajukan mengenai apakah striker tersebut seharusnya mendapatkan hukuman lebih dengan diberi kartu merah saat itu juga.Tidak sedikit pihak yang mengatakan “Dia beruntung bukan kartu merah”.Ini karena tindakan yang dilakukannya memang terkategori tindakan kekerasan yang seharusnya mendapatkan kartu merah. Tapi sepertinya wasit memiliki pertimbangan lain dengan memberikan sanksi larangan 3 pertandingan.

Manajer Huddersfield Angkat Bicara

Apa yang terjadi di tengah lapangan juga tak luput dari pandangan sang manajer Huddersfield. Bagaimanapun, menurutnya hal semacam ini cukup menyakitkan apalagi jika dilakukan secara sengataja.David Wagner mengatakan; “Setelah melihat cuplikan video, ini biasanya tidak akan pernah terjadi, bahwa pemain akan menyakiti lawan lainnya dengan sengaja,” kata manajer asal Jerman itu.

Dia melanjutkan; “Saya tidak suka mengatakan ini, tapi sepertinya seperti ini, Jonas juga benar-benar terkejut.Ini adalah tantangan buruk dan tidak ada yang saya suka untuk dilihat.Saya pikir dia terlihat seperti, tindakan ini sangat jelek dan jahat, ini seharusnya tidak pernah terjadi, Charlie Austin membuat keputusan yang salah pada saat ini.”

Austin juga tampaknya gagal untuk memastikan keunggulan Southamtpon dengan skor 2 – 0.Alih-alih bisa menggandakan gol, Huddersfield justru dapat membalasnya. Namun bagi sang pelatih Huddersfield, hasil imbang ini tidak terlalu penting selain kondisi pemainnya sendiri. Austin telah menyakiti anak buahnya dan ini merupakan pelanggaran yang keras apalagi terindikasi yang dilakukan Austin adalah tindakan yang disengaja.

Austin kemungkinan akan melewatkan beberapa pesta pertandingan Southampton. Dia akan cukup banyak kehilangan kesempatan dan waktu saat dia tidak lagi membela Southampton hingga larangan tersebut usai dia jalani. Ini seharusnya memang menjadi pelajaran yang berharga bagi siapa saja bahwa sepakbola harus dilakukan secara adil, fair dan disiplin yang tinggi dengan tetap menjaga sportifitas.

Entah yang dilakukan Austin Charlie ini merupakan tindakan yang disengaja atau tidak, dari tayangan videonya, sepertinya sang wasit menganggap Austin melakukan di luar batas. Inilah yang membuat dirinya akhirnya harus menerima larangan 3 pertandingan ke depan. Tentu, pelatih Southampton juga harus segera mencari penggantinya mengingat pertandingan selanjutnya juga penting untuk dimenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*